Bupati Purbalingga Salurkan Bantuan Bagi Pedagang Sekolah

Coklat bukan hanya sebagai camilan anak kecil, tetapi juga dapat dinikmati orang dewasa bahkan sering dijadikan hadiah untuk orang tersayang sehingga memberikan peluang untuk dijadikan lahan bisnis. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh Zusan, berawal dari hoby berkreasi dan kegemarannya dalam membuat kue mulai dari jajanan pasar, kue lebaran dan kue ulang tahun serta membuat kreasi camilan coklat. Alip Bintang Terang merupakan usaha yang bergerak di bidang makanan yang berdiri sejak tahun 1980. Thian Tjung Lip memulai usaha ini dengan semangat yang tinggi.

Selain rasanya yang segar, jeruk kunci juga sangat bermanfaatuntuk kesehatan tubuh terutama mengobati penyakit kolesterol dan menurunkan berat badan. Berawal dari hobi rajutan ibu Karmila banyak diminati teman, kerabat dan keluarga. Akhirnya pada tahun 2009 memberanikan diri menjuala rajutan ke beberapa teman dan keluarga.

Setelah selesai mengikuti magang, Sisca memberanikan diri untuk membuka usaha mandiri dan mengajukan permohonan bantuan dan terpilih sebagai penerima manfaat bantuan usaha YIIM. Dari unggahan tersebut, salah seorang temannya pun mengusulkan gerakan lebih besar. Pasti banyak ibu dan bapak kantin lain yang juga terdampak,” tutur Wiwis. Welas merupakan ibu kantin di gedung kantor tempatnya bekerja. Wiwis tidak sengaja mengetahui bahwa Welas dan dua anggota keluarganya sudah berhari-hari mengonsumsi mi instan saat keduanya bertukar kabar.

Mencoba berjualan vitamin dari luar

Dengarkan secara aktif kebutuhan dan keinginan mereka, tentukan produk atau jasa mana yang dapat membantu mereka, dan tawarkan cross-sell atau upsell. Sayuran hasil tanaman hidroponik saat ini cukup banyak peminatnya sehingga menjadi peluang usaha pertanian yang bagus juga. Tidak mudah mencapai impian ini, dan semua dimulai saat Meme dan suaminya, Hero, mengalami masalah finansial. Biro perjalanan tempat mereka bekerja di Semarang bangkrut, dan pasangan ini tak punya banyak tabungan. Meme yang bertanggung jawab mengurus rumah tangga, selalu ingin membantu menjalankan bisnis. Mereka melihat hal ini sebagai tantangan, tapi sekaligus suatu kesempatan.

Jadi, kita cuma ngandalain people energy aja, dari mulut ke mulut dan dari sosial media,” ucap Igo. Awalnya, Igo hanyalah mahasiswa biasa di Universitas Ageng Tirtayasa di Serang, Banten jurusan Pertanian. Selama berkuliah, ia pernah mengikuti ajang pertukaran pelajar ke Jepang.