Perempuan Kepala Keluarga

Salah satu teman korban yang juga biasa berjualan di jalan tol mengatakan bahwa Ridwan memang anak yang rajin. Bocah kelas 3 SMP tersebut rela berjualan untuk membantu finansial keluarga. “Korban memang rajin. Dia jualan untuk membantu ekonomi keluarganya,” terang bocah tersebut dilansir dari Radar Nonstop pada Kamis (28/2).

Berjualan untuk membantu keluarga

Nyatanya, rental kendaraan ini juga bisa mendatangkan penghasilan juga, loh. Cari distributor detergen dan pewangi yang memberikan harga lebih murah. Kadang, urusan ‘wangi’ saja bisa bikin pelanggan kabur, loh, Bunda. Bunda berbakat memasak dan sering dipuji karena masakan yang Bunda buat. Dari pada memberinya percuma, bagaimana jika Bunda membuka kursus memasak saja?

Usaha sampingan ini sangat cocok untuk ibu rumah tangga yang memiliki pergaulan luas dan senang memanfaatkan media sosial. Berbeda dengan batch Ibu Sibuk sebelumnya, kali ini, peserta Ibu Sibuk juga mendapatkan pelatihan bisnis dan bantuan tambahan modal usaha. Diharapkan, para Ibu Sibuk ini, selain dapat turut membantu keuangan keluarga, juga dapat membantu komunitas terdekatnya untuk mendapatkan barang kebutuhan anak dengan lebih terjangkau serta lebih dekat. Banyak anggapan jika anak di zaman sekarang lebih mengedepankan gengsi dan memilih menghabiskan waktu bersama teman daripada membantu orang tua. Lain halnya dengan Opi Windasari dan Ryan yang mau berjualan demi membantu ekonomi keluarga.

Ada orang yang memiliki kamera dan gadget mumpuni, tapi tidak mampu menggunakannya secara maksimal. Banyak orang bisa memotret atau mengabadikan momen dengan video, tapi tidak bisa melakukannya secara profesional. Seperti yang kita ketahui, belakangan ini ketika memasuki pandemi akibat Virus Corona, banyak masyarakat yang mencari kesibukan selama di rumah saja. Salah satunya dengan menyalurkan hobi berkebun atau memelihara tanaman hias.

Dahulu suami Nurma masih ikut mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh kasar bangunan, namun sekarang tenaga suami Nurma tidak dipakai lagi karena sudah tua. Nurma adalah salah satu sosok garda terdepan untuk pencari nafkah keluarga di tengah pandemi. Xiao melakukan pekerjaan kasar tersebut dengan alasan tidak ingin membebani orang tuanya. Bukan hanya itu, ia juga berkeinginan untuk bisa membeli rumah dari hasil kerja kerasnya itu. Budi Rustandi, salah satu warga Cipadung, Bandung, memulai harinya dengan berjualan agar-agar dan membuka perpustakaan keliling. Di kontrakan sederhana, Budi mulai mengolah aneka bahan untuk dijadikan kudapan kue agar-agar untuk dijual siang nanti.

Dikarenakan hal itulah, Anda harus menciptakan keunikan terhadap bisnis yang tengah dijalani untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berlangsungnya sejumlah sektor bisnis. Aktivitas masyarakat yang harus dibatasi untuk mencegah penularan virus membuat perputaran ekonomi pun menjadi sedikit tersendat dan tidak semulus sedia kala. Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Begitu juga pedagang pisang lainya, Jamhuri mengaku dirinya selama adanya COVID-19 bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp8 sampai Rp9 juta per bulan. Menurut dia, permintaan konsumen meningkat itu karena adanya kebijakan pemerintah yang membatasi kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ayah Budi meninggal dunia ketika dia berusia tujuh tahun, sejak saat itu dirinya harus bekerja membantu sang ibunda. Pekerjaan apapun dilakukan, yang penting halal dan bisa menghasilkan uang. Wanita asal Negeri Jiran, Malaysia, baru-baru ini ramai diperbincangkan netizen di jejaring sosial.