Perjuangan Ibu Dua Anak Gerakkan Ekonomi Keluarga

Harta yang dihasilkan dari pekerjaan istri adalah hak sepenuhnya bagi istri. Dan jika digunakan untuk menafkahi suami serta anak-anak, maka hal tersebut termasuk sedekah dan perbuatan yang mulia. “Apabila seorang Muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharap pahala darinya maka itu bernilai sedekah.” . Istri yang mau menafkahi keluarganya, dianggap sedekah dan ini merupakan kemuliaan untuknya. Istri juga bebas menggunakan uang hasil jerih payahnya, asal bukan untuk maksiat karena sebenarnya semuanya adalah hak istri. Video Aldi berjualan cilok di gedung DPR RI pun viral setelah diunggah Dedi Mulyadi di media sosial miliknya.

Namun, kalau sepi biasanya dia hanya membawa pulang uang Rp200 ribu atau kurang dari itu. Rangga menceritakan bahwa sudah hampir enam bulan berjualan donat untuk membantu keluarganya. Meski demikian ketakutan untuk membuka bisnis bagi seorang ibu, selalu terjadi, misalnya takut kekurangan modal atau rugi dan lain sebagainya. Saat merencanakan keuangan keluarga, segala hal yang berkaitan dengan hutang wajib dikelola. Pasalnya, jika tidak diatur dengan benar, anggaran dan tabungan masa depan Anda akan terbengkalai.

Bukan sembarangan, pasalnya, Rangga sudah hampir enam bulan berjualan donat keliling untuk membantu ekonomi keluarganya yang terdampak pandemi Covid-19. Namun kondisi keluarga kami berubah setelah adanya wabah virus corona. Saya tidak bisa berjualan lagi saat ini, karena sekolah diliburkan. Bahkan awal setelah diberlakukannya pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga berimbas pada suami saya yang harus bekerja dari rumah.

Berjualan untuk membantu keluarga

Ditambah kondisi suami yang sudah tidak dapat bekerja karena menderita sakit. MLA adalah program kepemimpinan khusus untuk para Ibu yang dibuat dengan tujuan mengembangkan potensi dan memberdayakan para Ibu serta mempromosikan isu seputar keluarga dan pengasuhan di Indonesia. Sinergi antara Ibu Sibuk dan MLA ini merupakan salah satu cara Orami untuk mendukung para Ibu di segala bidang, baik secara sosial maupun finansial. Kebanyakan para pemilik toko online di market pada dasarnya merupakan dropshipper.

Karena menurut saya, sangat diharuskan wanita itu meringankan beban keluarga. Sedari kecil saya sudah mandiri dan menghasilkan uang dengan berjualan dipasar. Saya kumpulkan uang yang saya dapatkan sehingga saya bisa memenuhi kebutuhan saya.

“Sekarang produk kita 60%-65% adalah untuk ekspor dan sisanya untuk pasar lokal. Perubahan barang dagangan ke pakaian wanita karena pasar baju wanita lebih luas dan wanita memang senang membeli baju,” kata wanita lulusan jurusan Akuntansi Binus itu. Segala doa Fadlun akhirnya terjawab ketika dia terpilih menjadi mitra mustahik BAZNAS Microfinance Desa Bedono.