Cara Mengatur Dan Menyusun Perencanaan Keuangan Keluarga Muda

Mengurus pekerjaan rumah, anak dan pekerjaan rutin lainnya merupakan kegiatan Sedulur sehari-hari. Namun, pasti ada saat-saat tertentu dimana Sedulur memiliki waktu untuk santai dan beristirahat sejenak dari segala rutinitas. Sedulur akan belajar untuk mandiri dan memiliki penghasilan sendiri yang bisa Sedulur alokasikan untuk berbagai kebutuhan. Hal ini dilakukan karena jika dikemudian hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga suami Sedulur tak bisa memberikan nafkah untuk keluarga maka bisnis Sedulur akan sangat membantu perekonomian Sedulur.

Berjualan untuk membantu keluarga

Hal itu dia lakukan karena sang istri, Hesti Retnowardani, 38, sakit stroke setahun ini. Saat Sedulur memiliki penghasilan sendiri, maka Sedulur bisa membantu keuangan rumah tangga atau bahkan menabung sejumlah uang setiap bulannya. Memang ada konsekuensi yang harus dihadapi, karena si ibu harus menjalankan dua fungsi dan tanggung jawab sekaligus, yakni mengurus keluarga dan mengembangkan bisnisnya. Oleh karena itu, ibu rumah tangga yang ingin menjalankan bisnis rumahan harus pandai-pandai memilih jenis usaha yang cocok dan fleksibel, yang bisa disesuaikan dengan kondisi yang harus dihadapi sehari-hari. Saat memulai usaha tersebut, Anda dapat memberikan promo atau potongan harga khusus.

Pelajar itu adalah Tegar Pandu Buana asal Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Ia berjualan bakso sebelum bulan Ramadan hingga kini untuk membantu keuangan keluarganya. Anda dapat menjadi seorang yang visioner, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan bisnis keluarga.

Tidak hanya mendapatkan pelatihan bisnis, bergabung dengan program Ibu Sibuk pun tidak memerlukan modal. Tak hanya itu, agen terpilih juga berkesempatan untuk mendapat tambahan modal berupa Orami Cash. Bagi yang tertarik dengan style, usaha jahit bisa jadi langkah awal untuk usaha selanjutnya, misalkan membuat rancangan baju sendiri kemudian dijual secara online sehingga bisa menjangkau pasar yang luas.

WowKeren – Tak semua anak bisa mengisi masa kecilnya dengan bermain dan belajar. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mencukupi tak jarang mendesak anak-anak malang tersebut untuk mengais pundi-pundi rupiah hingga merampas waktu berharga mereka. Pekerjaan sebagai tukang parkir sudah dilakoni Turino selama 13 tahun terakhir. Penghasilan dari mengatur kendaraan yang parkir di pasar per bulan Rp1,5 juta. Jumlah tersebut memang sangat pas-pasan untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Untuk menjaga agar asap dapur tetap mengepul dia pun mengambil pekerjaan sebagai tukang antar sayur-mayur dari pasar Kebayoran Lama ke sejumlah restoran di ibu kota sejak 6 tahun silam.